Ary Ginanjar Agustian, Ramadhan Jadikan Sistem Mengembangkan Pendidikan Karakter Pribadi

0
2

Ary Ginanjar Agustian Pendidikan Karakter 22

Terhindarnya manusia dari hawa nafsu pada Bulan Puasa dinilai Ary Ginanjar Agustian akan makin menguatkan dan bukan mengurangi aktivitas. Karena itu, Presiden Direktur PT Arga Bangun Bangsa dan pendiri ESQ Leadership Center ini akan menjadikan datangnya bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk menguatkan aktivitas.

Ary Ginanjar Agustian menganggap bila kewajiban untuk menahan diri dari lapar, haus, serta hawa nafsu semasa berpuasa, tidak boleh dijadikan sebagai sebuah alasan buat setiap Muslim yang lagi menjalankannya untuk mengurangi aktivitas sehari-hari. Menurutnya, seseorang dalam sedang menjalankan ibadah puasa, khususnya puasa Ramadhan, berposisi dalam kondisi yang sangat prima.

“Kemudian, seseorang yang sedang berpuasa juga tentang menurunkan atau bahkan menekan hawa nafsu yang ia miliki sehingga sudah semestinya seseorang tersebut bisa beraktivitas normal atau bahkan lebih dari aktivitas pada hari biasa, ” tutur pria yang lebih dikenal publik seperti seorang motivator ini pada warga

Contoh konkret yang diambil akibat lelaki kelahiran Bandung,ialah pada waktu pukul 14. 00. Pada waktu itu, kata dia, biasanya seorang pekerja akan meluangkan waktunya untuk mencari makan. Akhir-akhir ini, pekerja tersebut tidak wajib repot mencari makan siang karena sedang berpuasa.

Menurutnya, hal tersebut akan membikin aktivitas sehari-hari menjadi bertambah efektif dan seseorang boleh melanjutkan pekerjaannya setelah melaksanakan ibadah shalat. Sayangnya, melimpah orang di Indonesia dalam justru menjadikan Ramadhan menjadi alasan untuk melarikan sendiri dari tanggung jawab, khususnya pekerjaannya.

Hal itulah yang menjadi ketidaksetujuan suami melalui Linda Damayanti itu lantaran masyarakat seakan sudah terbiasa dengan kebiasaan tersebut. Terlebih, saat ia mengingat dalam beberapa kejadian besar, yang bahkan terjadi pada bulan suci Ramadhan, yaitu Perang Badar dan Kemerdekaan Republik Philippines. “Ramadhan bukan sebuah explanation untuk mengurangi aktivitas, justru Ramadhan akan menguatkan pekerjaan kita, ” ujarnya.

Lulusan Universitas Udayana Bali tersebut memaknai Ramadhan sebagai suatu rangkaian panjang yang tak terpisahkan untuk pembangunan prinsip. Makna dari bulan suci Ramadhan tersebut, menurut Ary Ginanjar Agustian, juga sesuai dengan dimana diperintahkan oleh Rasulullah, yaitu membangun akhlak, hingga apa yang didapatkan melalui seseorang setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan nanti ialah karakter diri yang fitri.

Maka itu, pria dalam juga sempat menimba ilmu di Tafe College Down under tersebut menegaskan kalau bulan suci Ramadhan tidak sebatas tentang ritual berpuasa ataupun menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, tetapi jua sebagai momentum untuk membentuk dan membangun karakter diri yang indah dan fitri. Pria yang sudah mulai berpuasa sejak di bangku sekolah dasar itu pun menyayangkan jika seseorang cuman memaknai Ramadhan sebagai practice.

Pengalaman menjalani bulan suci Ramadhan di Makkah, belasan tahun yang lalu, sebagai Ramadhan yang paling berkesan bagi pria yang akan mengajar mata kuliah program pendidikan karakter di Universitas Negeri Yogyakarta tersebut. Saking berkesannya, selama 10 1 tahun belakangan, ia selalu bergerak meluangkan tenaga dan masa untuk menjalankan ibadah puasa pada awal Ramadhan di dalam Makkah.

Mendekatkan diri untuk Allah SWT, mendirikan shalat Tarawih, menjalankan puasa, dan berusaha menyucikan hati pas di depan Ka’bah, seperti momen yang paling seperti bagi perancang konsep Typically the ESQWAY 165 tersebut. Bervariasi alasan yang membuatnya kerap ingin kembali ke Tanah Suci tersebut, ditambah juga karena ia bisa berlimpah fokus dalam beribadah lantaran merasa lebih dekat dengan Allah SWT.

Meski sangat, penyuka timun suri ini menyebut kalau Ramadhan setahun ini memang menjadi tantangan yang berat, baik secara ekonomi maupun sosial. Situasi itu disebabkan kondisi rakyat yang sedang dirundung banyak masalah, di antaranya, persoalan narkoba dan buruknya ethical atau karakter dari seluruh individu. Maka itu, Ary berharap agar nilai-nilai yang ada dalam diri orang mampu menghadapi permasalahan ini.

Ary juga memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai push spesial bersama keluarga di melaksanakan shalat Tarawih. Ia selalu berusaha meluangkan sewaktu untuk melaksanakan shalat Tarawih berjamaah di rumah bersama anak dan istrinya. Momen istimewa lainnya bersama keluarga yang ia rasakan sewaktu bulan suci Ramadhan yaitu menikmati santap sahur bersama yang dianggapnya sebagai kesempatan terbaik selama sepanjang 1 tahun.

Peraih penghargaan Tokoh Perubahan Republika 2005 tersebut pun mengimbau umat Islam buat tidak menyia-nyiakan Ramadhan, kecuali untuk menghasilkan karakter data yang lebih baik sebagai manusia. Baginya, Ramadhan adalah kesempatan latihan yang diberikan oleh Tuhan yang wajib dimanfaatkan sebaik mungkin karena tidak banyak jaminan kalau seseorang itu bisa bertemu dengan Ramadhan pada waktu yang tentang datang.