Peran HRD dalam Manajemen Karyawan Perusahaan

0
18
Peran HRD dalam manajemen karyawan
Peran HRD dalam manajemen karyawan

Manajemen karyawan adalah suatu hal yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Penting karena berfungsi untuk mengembangkan sumber daya manusia, khususnya untuk menjadi motivasi bagi karyawan untuk memiliki semangat dan loyal dalam bekerja. Sehingga pekerjaan yang dihasilkan pun dapat optimal. HRD atau human resource development adalah bagian dari suatu perusahaan yang tugas utamanya adalah pengelolaan sumber daya manusia, sehingga bisa pula disebut departemen sumber daya manusia. Berikut adalah peran divisi HRD perusahaan dalam rangka manajemen karyawan:

Peran HRD dalam manajemen karyawan
Peran HRD dalam manajemen karyawan
  1. Penyusun Kebijakan
    Tugas utama HRD adalah sebagai penyusun kebijakan dalam perusahaan. Perihal manajemen karyawan, divisi HRD dapat membuat kebijakan mengenai payroll system. Payroll adalah istilah yang sering digunakan berhubungan dengan masalah penggajian karyawan. Kebijakan yang dibuat oleh HRD tentu berdampak pada kinerja-kinerja karyawan. apabila memang kebijakan tersebut dianggap terlalu mengekang, maka kinerja karyawan pun dikhawatirkan dapat menurun. Namun kebijakan HRD pun harus tetap tegas agar tetap tercipta suasana yang disiplin dalam lingkup perusahaan.
  2. Rekruitmen Tenaga Kerja
    Tugasnya adalah untuk menyeleksi calon karyawan yang memang sesuai dan dibutuhkan dalam perusahaan. HRD jugalah yang melakukan penyeleksian melalui curriculum vitae, surat lamaran pekerjaan, mengurus masalah pemanggilan calon karyawan untuk menjalani tes, mengurus masalah tes tertulis, tes wawancara, dan sebagainya. Semua proses seleksi calon karyawan dilakukan untuk mendapatkan kandidat terbaik.
  3. Pengembangan Karyawan
    Dalam manajemen karyawan, HRD juga berperan untuk mengembangkan kemampuan dan kinerja, sehingga sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan. Pengembangan dapat dilakukan dengan pelatihan-pelatihan khusus. Selain itu HRD juga berperan penting untuk menjaga hubungan antar karyawan dan perusahaan, maupun antara karyawan. Sehingga menghindari isu yang bisa berdampak buruk bagi kinerja karyawan.
  4. Pendataan Karyawan
    HRD bertanggungjawab perihal pendataan karyawan. Data-data tersebut bersifat rahasia. Misalnya saja data pribadi, data penggajian termasuk di dalamnya perhitungan pajak penghasilan dan sebagainya. Apabila karyawan perusahaan tersebut ratusan bahkan ribuan jumlahnya, akan sangat merepotkan apabila melakukan pendataan secara manual. Maka dibutuhkan suatu software HR untuk mempermudah dan mempercepat pendataan. Misalnya saja dengan penggunaan aplikasi perhitungan pajak penghasilan 21 untuk menentukan seberapa besar pajak yang harus dipotong dari gaji karyawan, sesuai ketetapan pajak Indonesia.
  5. Penentuan Kompensasi Karyawan
    Apabila HRD menilai bahwa kinerja seorang karyawan dalam perusahaan optimal, mampu memberi pemikiran dan inovasi baru, mampu mencapai bahkan melampaui target, berkontribusi nyata dalam kemajuan perusahaan, maka HRD dapat memberi kompensasi pada karyawan. Pemberian kompensasi pun memiliki aturan yang harus diikuti oleh HRD, misal dengan melihat kondisi perusahaan dan pasar tenaga kerja. Pemberian kompensasi sangat berdampak baik dalam sistem manajemen karyawan.

Beberapa tugas HRD yang telah disampaikan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa intinya seorang HRD harus mampu membuat karyawan memiliki kemampuan dan kinerja yang baik, untuk kepentingan internal dan eksternal perusahaan. HRD yang baik mampu memberi manajemen yang baik pula untuk para karyawan. HRD seharusnya juga mampu untuk memberi inisiatif mengenai program-program yang sekiranya mampu dalam membantu pengembangan SDM. Sehingga seorang HRD juga dituntut untuk dapat berpikir kreatif.